Tak ada tulang yang tak patah, tak ada darah yang
tak tumpah, tak ada niat yang tak hadir, dan tak ada ‘mereka’ pembangun bangsa
yang tak lelah. Membangun negeri ini demi suatu kemerdekaan, demi suatu
kebebasan dan demi suatu kemajuan. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
atau bisa disebut Indonesia, ya
inilah Negara kami, Negara kesatuan, Negara yang tak pernah lelah berjuang
untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan, Negara yang tak kenal lelah
bangkit berdiri di tanah sendiri, di tangan para pribumi. Sudah 69 tahun Negara
Indonesia merdeka, sudah 69 tahun Negara ini berkaca dalam peristiwa-peristiwa
yang hadir.
Zaman Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi, Indonesia terus memulai hal-hal baru
demi kemajuan yang tak terbatas. Berbagai peristiwa-peristiwa yang ada seperti
MALARI (Malapetaka 15 Januari), Kerusuhan PKI (Partai Komunis Indonesia),
terbentuknya Negara baru yaitu Timor Timur, dan puncaknya Kerusuhan’98 yaitu
kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998 yang mengakibatkan terjadinya Tragedi
Semanggi dan Tragedi Trisakti. Peristiwa-peristiwa ini membuat kita untuk
membuka mata dan berkaca bahwa hal tersebut dapat membuat Indonesia menjadi terpecah belah.
Kami generasi
muda, generasi penerus bangsa, generasi pembangkit semangat rakyat,
generasi yang tak pernah berhenti untuk mempersatukan Negara Indonesia, dan generasi yang akan terus
menjadi pelaku dalam kemajuan Negara Republik Indonesia. Dengan lahirnya Indonesia
yang ke-69, Negara ini sudah terlihat bersinergi dengan baik, sikap bermusyawarah, gotong royong, toleransi khususnya dalam bidang keagamaan, maupun prestasi-prestasi yang diukir. Dengan kemerdekaan RI
yang ke-69, kami tak luput dari kekurangan dan permasalahan Negara ini. Kami berusaha
memberikan yang terbaik, terus berprestasi baik di kancah Nasional maupun
Internasional. Rasa Nasionalisme yang tak berkurang dalam jiwa ini dapat
membuat Negara ini menjadi yang terdepan.
Kami generasi
muda akan selalu menjadi peran, sutradara maupun produser dalam film Negara
ini, baik di kemedekaan RI yang
sekarang, tahun depan maupun tahun-tahun seterusnya. Berkaca pada tahun 1928,
teriakan mereka membuat Negara ini bergetar. Teriakan para pemuda-pemudi Indonesia, teriakan yang membuat hati
ini berkobar. Teriakan itulah lontaran kalimat sumpah yaitu dengan sebutan ‘Sumpah
Pemuda’, suatu kalimat yang terus ada, suatu kalimat yang terus membangkitkan
semangat kita para pemuda Indonesia.
Dengan melontarkan dan mengingat kalimat-kalimat semangat itu, para pemuda tidak akan berkurang semangat berjuang untuk Indonesia dikala itu. Pertumpahan darah, jiwa yang berkurang, dan roh yang terus melayang tidak membuat mereka patah arah untuk mendapatkan suatu kemerdekaan RI yang seutuhnya.Soempah Pemoeda
Kami poetra dan poetri IndonesiaMengakoe bertoempah darah jang satoeTanah IndonesiaKami poetra dan poetri IndonesiaMengakoe berbangsa jang satoeBangsa IndonesiaKami poetra dan poetri IndonesiaMenjoenjoeng bahasa persatoeanBahasa Indonesia
Dan sekarang! Inilah saatnya kalian para generasi muda Indonesia menjadi motor
pergerakan, menjadi peran dalam setiap momen-momen penting, dan menjadi pelaku
di setiap kejadian di Negara ini. Tak ada kata ‘nanti’ untuk bergerak dan tak
ada kata ‘terlambat’ untuk bertindak. Kemerdekaan
RI yang ke-69 menjadi salah satu momen penting dalam perubahan di Indonesia. Lahirnya Negara ini juga memberi
pengaruh besar terhadap generasi muda Indonesia. Umur yang kian tak muda lagi, bukan penghalang untuk terus berkarya, bukan pula penghalang untuk terus menjadi bangsa yang dapat melahirkan generasi terbaik untuk meneruskan estafet perjuangan mempertahankan kesatuan dan persatuan Negara ini.
Berjayalah Indonesia! Bangkitlah Negara ku!
Berjayalah Indonesia! Bangkitlah Negara ku!
Selamat ulang tahun Indonesia! Dirgahayu Republik Indonesia ke-69!

Komentar
Posting Komentar